Kisah Nyata Perjodohan Gaib: Nekat Nikah Sama Jin,,Anak Jadi Tumbal lahir Cacat
Namanya Lestari, 27 tahun. Cantik, mapan, tapi belum nikah. Tiap dibawa pulang cowok, selalu gagal. Ada aja halangan. Sampai akhirnya ibunya bawa ke orang ‘pintar’.
“Anakmu dijodohin sama yang tak kasat mata,” kata si dukun. “Kalau mau lepas, kamu harus nurut. Dinikahkan secara gaib dulu. Setelah itu baru bisa nikah sama manusia.”
Karena terdesak umur dan omongan tetangga, Lestari nurut. Ritual digelar tengah malam di kamar kosong. Pakai baju pengantin, duduk di depan cermin, comat-comit baca mantra.
Singkat cerita, ritual ‘selesai’. Seminggu kemudian, Lestari kenalan sama Rudi. Cocok, lamaran, nikah. Semua lancar. Lestari pikir kutukan perjodohan gaibnya sudah lepas.
Setahun nikah, Lestari hamil. Suaminya senang bukan main. Tapi saat USG, dokter bilang ada keanehan. Janinnya tidak normal.
9 bulan kemudian, anak pertama lahir. Fisiknya tidak sempurna. Tangannya cuma satu, matanya buta sebelah. Rudi syok, Lestari histeris.
Mereka coba lagi. Hamil anak kedua. Berdoa tiap malam supaya normal. Tapi hasilnya sama. Anak kedua lahir dengan kondisi lebih parah. Tidak punya tulang belakang sempurna.
Baru ingat Lestari soal ritual perjodohan gaib dulu. Dia balik ke dukun yang nikahin dia. Si dukun cuma bilang, “Itu tumbalnya. Kamu nikah sama manusia, tapi suami gaibmu cemburu. Anakmu diambil jadi gantinya.”
*Ritual terlarang itu bahaya.* Niatnya cuma mau lepas dari jodoh, malah anak sendiri yang jadi tumbal seumur hidup. Sampai sekarang, Lestari masih diteror suara laki-laki tiap malam: “Itu anak kita juga.”
*Pesan dari 7 Jalur Sutra:* Jangan main-main sama perjodohan gaib. Kalau memang belum jodoh, sabar. Daripada maksa nikah lewat jalur pintas, anak cucu yang nanggung akibatNya.


Comments
Post a Comment